Setting lokasi : Ruangan kantor dengan para pegawai berlatar belakang disiplin ilmu teknik. Dengan jendela besar menghadap ke workshop area, yang akan ikut bergetar kala overhead crane beroperasi.
Setting properti : Deretan kursi dan meja kerja dengan seperangkat komputer diatasnya. 1 Mesin fotokopi ukuran besar dan 1 mesin fotokopi ukuran kecil. 2 lemari arsip besar tempat dokumen project yang telah berlalu, yang hanya akan ditengok saat inspeksi tiba.
Setting pelaku : Para pegawai yang sedang sibuk dengan project yang dikejar deadline dan masih harus berhadapan dengan bertumpuk prosedur berbahasa asing, code dan gambar teknik revisi ke sekian kalinya sambil mencari email lowongan kerja. Namun apa lacur, yang memenuhi inbox hanya deretan email pertanyaan dari klien yang tak jauh-jauh dari progress pekerjaan.
Itulah gambaran dari ruang kerja baruku. Terasa lebih beku memang, tapi bagiku mutasi itu membuatku "tersesat ke jalan yang benar". Memang seharusnyalah aku di sini, pikirku. Berkubang dalam rumus-rumus yang akupun tak tau dari mana asalnya. Mutasi itu pulalah yang mempertemukanku dengan "gadis pemalu berkerudung ungu". Seorang gadis yang menjadi pencair suasana kerja yang serasa beku. Semua suasana itu lenyap dengan kemunculan dirinya. Seperti saat itu, kulihat ia berjalan dalam lorong, melewati ruang meeting untuk masuk ke ruang engineering. Benar saja, kesibukan kerja terhenti. Terdengar ucapan dan siulan menggoda dari teman di pojok kananku. Membuat Si gadis tertunduk malu...
Tak berani ia membalas tatapan mata yang mengamati gerak-geriknya. Kepalanya menunduk, mata itu tertuju pada mesin fotokopi kecil di hadapannya. Jari-jari lentiknya menekan tombol-tombol operasi. Disadari atau tidak olehnya, justru disitulah pesona kecantikannya. Geliatnya justru menciptakan lirikan mata. Lirikan mata yang di tepi kelopaknya menghitam oleh eyeliner memang menghasilkan pesona kecantikan berbeda. Garis hitam di kelopak matanya terlihat kontras dengan kulit putih wajahnya, dilengkapi senyum kecil yang muncul dari tawa yang tertahan karena tingkah laku para engineer itu...
Dan, tempat dudukku adalah tempat paling tepat menikmati pesona itu. Di arah jam 10 dari tempat dudukku. Dengan posisi dudukku yang membuat ku lebih rendah darinya, justru aku bisa memandang wajahnya, yang coba dia sembunyikan dalam tundukan kepala. Sebuah konstelasi posisi yang sempurna. Sayang, tak bisa kuberlama-lama menikmatinya. Segera saja ia berlalu setelah itu.
Dan suasana hening kembali, menenggelamkan kembali para engineer itu di dalam kesibukan…
(to be continued, semoga…..)
Dedicated to:
Yayah
Met Ultah ya De'...Wish you all the best
Salam,
Ka' Jati
-

0 komentar:
Posting Komentar