Kelas masih sepi saat aku tiba. Jam 18.15. Hanya tampak Ade dan Nicha yang ada, duduk di deretan kursi yang menghadap papan tulis. Dan tentu saja Miss Amel, guru les ku ini sedang mempersiapkan materi pertemuan untuk hari ini. Aku masuk dan mengambil tempat duduk yang sejajar dengan meja tempat tape recorder untuk sesi listening berada. Menghadap pintu kelas. Kursi di kelas ku memang berderet membentuk huruf U dengan papan tulis di sisi lain ruang kelas,sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung orang yang berada di dalamnya.
"Kog sepi? Yang lain pada kemana?" Mungkin itulah pertanyaan yang ada di otak keempat orang yang ada dalam kelas saat itu. Pertanyaan yang sebenarnya sangat mudah untuk dijawab."Karena belum jam 18.30. Yang lain pasti masih di jalan". itulah jawabannya.
Alih-alih kelas segera dimulai, kulihat seorang gadis muncul di depan pintu. Tak kukenal. Sebentar gadis itu terlihat ragu, canggung dan bingung, kemudian mengetuk pintu. Miss Amel yang sedari awal memebelakangi pintu serta-merta membalikkan badan ke arah sumber suara.
"Excuse me" itulah ucapan pertama gadis itu
"Are you Westy? please come in" ucap Miss Amel.
Gadis itu mengangguk pelan lalu masuk dan mengambil tempat duduk dekat meja, sederet dengan ku, dipisahkan 4 kursi kosong. Miss Amel masih terlihat sibuk. Seketika kuperhatikan gadis itu. Wajah manis, bibir tipis, kulit putih, 20an tahun, masih kuliah. Itulah penilaianku saat itu. Miss Amel yang telah selesai dengan persiapan materi lalu memperkenalkan gadis itu. Dia adalah teman baru kami. Jika dia baru masuk saat ini, saat term tinggal menyisakan beberapa pertemuan lagi, bukan berarti dia istimewa. Itu karena dia adalah pindahan dari LIA Surabaya. Miss Amel lalu mempersilakan gadis itu memperkenalkan diri secara langsung.
"Hi, my name Westy, I'm 22 years old. I'm from Surabaya. I work at Esther House of Beauty as Marketing Officer. I've graduated from Universitas Lampung majoring Civil Engineering"
Tak kulepaskan pandanganku darinya ketika ia memperkenalkan diri. Senyum kecil di bibir tipisnya dan rambut pendek yang diikat semakin membuat parasnya terlihat manis. Ucapannya tertata apik, lancar. Kemampuan bahasa Inggrisnya yang diatas rata-rata dan latar belakang pendidikannya menambahkan kesan smart dalam penilaianku padanya yang ternyata salah soal usia dan status pendidikannya itu.
Aku terkesiap, aku kagum, aku bersimpati dan...aku terpesona !!!
Ada semacam pengaruh yang lembut dan baik terpancar darinya. Aku..yang selama ini berpendapat "tak ada cinta semudah reality show", serta pemikiranku yang tak percaya tentang "cinta pada pandangan pertama" karena bagiku "tak kan ada cinta di situ" kini sedang terkena karma.
Tuhan sedang menghukumku, Dikirimnya Cupid, malaikat kecil bersayap dengan busur dan anak panah itu. Aku telah ingkar, ingkar pada anugerah Tuhan akan cinta. Westy adalah antitesis semua sikap pesimisku akan "cinta pada pandangan pertama".Ya, Pesonanya telah membuatku jatuh cinta, pada pandangan pertama...
Kurasa ku tlah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya...
_RAN_
-

0 komentar:
Posting Komentar